Minggu, 27 Desember 2015

R ~ Book | Cloud(y)

take from www. goodreads.com
Cloud(y)
Penulis        : Achi TM
Penerbit     : Sheila (Penerbit Andi)
Tahun         : 2012
Halaman    : viii + 416 halaman
ISBN            : 978-979-29-3232-4
Pinjam di Perpustakaan Kota Malang



Sosok lelaki beralis tebal itu sudah menungguku di bawah pohon oak, memegang payung kecil dan ia melemparkan senyum hangat kepadaku. Pertigaan Simpang terlihat sunyi malam ini. Hanya deru motor dikejauhan, bahkan pangkalan ojek juga tidak luput dari kesepian. Seolah-olah alam semesta saling bercengkramasatu sama lain, sepakat bahwa malam ini aku harus menemui dirinya.

            “Apa kabar, Mendung?”

 Aku membalas senyumnya...Setidaknya masih ada dia. Aku menghampirinya, berdiri berhadapan dengannya, kupegang payung yang dia pegang. Malam bergelayut, udara dingin menusuk tulang tapi aku bisa merasakan kehangatan hatinya.

             “ Hai..” jawabku pendek, berusaha mencari kalimat selanjutnya yang lebih bijaksana daripada langsung mengatakan bahwa ‘ segala sesuatu telah menjadi buruk’.

            “ Hai...”
***
            Mendung sesuai namanya, selalu menjalani hari-hari penuh mendung. Abu-abu. Apalagi setelah kedua orangtuanya meninggal. Hanya Verani yang membuat hidupnya tak lagi sepi. Tapi, Verani mampu menghempaskan hidup Mendung, dan membuatnya terpuruk lebih dalam.
            Takdir membawa Mendung bertemu dengan Niki dan Niko, anak kembar yang lebih mirip kakak-adik. Kehadiran Niko membuat mendung semangat Mendung kembali. Ia pun berjuang membangun bisnis impiannya. Meskipun tantangan selalu ada, justru dari sahabat karibnya sendiri.
            Perlahan, cintapun bersemi do hati Mendung. Hanya untuk Niko. Sementara disaat yang sama, seorang cowok bermata elang menawarkan cinta yang tulus. Akankah Mendung menerima cintanya? Apakah Mendung berhasil meraih mimpinya?.


***

Ini pertama kalinya saya membaca novel karya mbak Achi TM, awalnya saya hanya tertarik dengan judulnya Cloud(y) yang berarti mendung, sesuai dengan suasana kota Malang yang saat itu sedang mendung. Dari judulnya saya mengira akan menemukan cerita romantis ditengah hujan tetapi saya salah he..he..he..
            Novel ini menceritakan tokoh utamanya yang bernama Mendung, sedikit aneh juga sih jika ada orang tua yang memberi nama anaknya demikian, bukannya setiap nama itu mengandung doa dari orangtuanya. Sedangkan ‘mendung’ identik dengan suram, duka dan tidak bahagia. Ah, sudahlah kita lupakan soal nama hehe.. Diawal cerita sudah disuguhi Mendung yang kehilangan orang tuanya yang meninggal karena kecelakaan, bagi saya itu hal biasa yang sering muncul dalam novel-novel remaja sehingga emosi saya masih biasa saja. Tetapi, ketika emosi saya molai diaduk-aduk ketika sahabatnya yang bernama Verani menghianatinya. Padahal saya merasakan betul betapa mendung sangat menyayangi Verani. Tetapi dengan teganya Verani menghianati mendung dan yang lebih menyakitkan penghianatan itu berhubungan dengan cinta pertama Mendung dan impiannya.
            Setelah penghianatan Verani saya disuguhi cerita mendung yang suram, sampai saya sedikit bosan dan berfikiran mengapa tokoh utama selalu dirundung duka yang tak ada habisnya. Bahkan ketika Mbak Achi mulai meperkenalkan laki-laki bermata elang saya merasa biasa saja karena perhatian saya tersita dengan masalah-masalah yang menimpa Mendung. Untungnya cerita Mendung mulai ada sensasi yang berbeda ketika bertemu dengan Niki dan Niko, bahkan saya sangat menyukai cerita di bab 15 tentang awal mula bangkitnya mendung dengan membuat EO Writing Event bersama Niki, Niko dan lelaki bermata elang. Tetapi ujian Mendung tidak segera berakhir disana juga ada cinta yang rumit diantara  para tokoh yang membuat saya menebak-nebak bagaimana akhir ceritanya. Belum lagi rasa kehilangan yang muncul kembali disaat mendung dalam keadaan terpuruk Akankah ada yang menolongnya? Dan bagaimana akhir cerita Niki, Niko, Verani dan lelaki bermata elang.
            Novel ini mengajarkan saya bahwa kehilangan seseorang yang kita sayangi bukan berarti Tuhan tidak adil pada kita, Tuhan hanya ingin kita bersabar karena ingin menunjukkan pada kita bahwa ketika tuhan mengambil seseorang tuhan akan menggantinya dengan lebih baik. dari 1-5 novel ini bernilai 4 untuk saya :)


Setiap orang yang kita jumpai pasti akan berpengaruh pada kehidupan kita - Bunda Cuwiy

2 komentar:

  1. Wah suka kata2 : Novel ini mengajarkan saya bahwa kehilangan seseorang yang kita sayangi bukan berarti Tuhan tidak adil pada kita, Tuhan hanya ingin kita bersabar karena ingin menunjukkan pada kita bahwa ketika tuhan mengambil seseorang tuhan akan menggantinya dengan lebih baik.
    Makasih sharingnya

    BalasHapus